Inspirasi Dari “MUSE”

October 13, 2008 at 3:33 pm | Posted in Info Lain "MUSE" | Leave a comment

Inspirasi dari Muse Oleh Thantowi Jauhari U

Senin,13-10-2008:22:45:40
JANGAN pernah menilai buku dari sampulnya. Jangan pernah menilai orang dari tampilan luarnya. Meski mungkin usang, nasihat itu sebaiknya tak diabaikan. Itu jika Anda tak ingin salah mengenali seseorang.

JANGAN pernah menilai buku dari sampulnya. Jangan pernah menilai orang dari tampilan luarnya. Meski mungkin usang, nasihat itu sebaiknya tak diabaikan. Itu jika Anda tak ingin salah mengenali seseorang.

Simone Prutsch adalah salah satu contoh dalam hal ini. Sekilas, pebulu tangkis asal Austria itu tak ubahnya gadis rumahan yang serba melankolis. Maklum, penampilan luarnya mendukung hal itu: cantik, lembut, dan pendiam.

Tapi, siapa sangka di balik penampilan kalemnya itu, unggulan pertama Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challenge 2007 tersebut ternyata menyimpan sisi ‘liar’ juga. Ya, Prutsch ternyata seorang penggila musik garang, rock!

”Saat masih remaja saya masih sempat nonton berbagai konser musik rock. Tapi, setelah menekuni bulutangkis, saya harus kehilangan momen itu,” terang Prutsch kepada Jawa Pos sebelum bertanding di babak pertama kemarin.

Dari begitu banyak band rock yang sempat dia tonton aksi panggungnya, Muse adalah yang paling dia favoritkan. Tak sekadar mengidolakan bahkan. Band asal Inggris yang pernah menggelar konser di Jakarta itu menginspirasi banyak hal bagi gadis murah senyum tersebut. Salah satunya dalam hal gaya rambut.

Rambut pendek Prutsch yang di-shaggy merupakan tiruan gaya rambut vokalis Muse, Matthew Bellamy. ”Saya merasa cocok dengan model (rambut) ini. Selain karena pas dengan tubuh saya yang kurus, juga karena selalu mengingatkan saya pada Bellamy, pada Muse. Juga agar setiap orang yang melihat bisa langsung mengenali kalau saya adalah fans Muse,” katanya.

Lirik-lirik lagu Muse yang dalam juga menjadi alasan lain Prutsch menyukai band beranggota tiga personel tersebut. ”Meski banyak yang bernada keras, lagu-lagu mereka kerap membuat saya merenung atau setidaknya berpikir mencari makna yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Mengidolakan Muse, tapi Prutcsh sendiri sebenarnya juga diidolakan. Oleh siapa? Oleh para penonton yang menyaksikan penampilannya melawan Sylvinna Kurniawan di hari pertama Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challenge 2007 di GOR Sudirman, Surabaya. Wajahnya yang cantik jadi penyebab. Siulan, tepuk tangan, dan teriakan pun mengiringi aksinya. Tapi sayang dukungan ‘moral’ itu tak banyak membantu Prutsch. Dia takluk di hari pertama ini, hasil yang sama dengan kiprahnya pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2007 di Kuala Lumpur baru-baru ini.(ouwie)

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.